Senin, 19 Maret 2018

Stop Egosentris!



Mengaku atau tidak, kebanyakan dari kita suka sekali berpikir secara egosentris. Sikap menjadikan diri sendiri sebagai titik pusat pemikiran (perbuatan) atau bisa dikatakan dengan melihat segalanya dari sudut pandang diri sendiri. Ya, hanya sudut pandang seorang diri, dan itu merupakan kesalahan yang fatal.
Bukan hanya kamu saja, saya yakin banyak sekali dari kita yang mungkin pernah atau sampai sekarang ini terkadang masih berpikir bahwa hidup ini adalah selalu tentang kita. Laiknya seorang peran utama dalam sebuah skenario drama, merasa seakan kehidupan ini terus berjalan dengan kita sebagai porosnya.
Kalian tahu? Ada kalanya memang saat kita menyadarinya lalu berusaha untuk menghilangkan sikap yang selalu memusatkan diri sendiri dalam berbagai permasalahan, tapi kemudian kita merasa bahwa kita berusaha dan sudah berhasil tanpa mengetahui kebenarannya. Padahal faktanya, kita hanya berjalan beberapa mili saja dari keadaan yang sebelumnya.
Sering atau tidak sama sekali? Yang pasti setiap individu pasti pernah merasakannya.
Lantas apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya?
Pertama, kalian harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu yang mana beberapa di antaranya adalah:
  1. Rasa takut
  2. Sikap manja
  3. Kepribadian yang tidak dewasa
Adakah salah satu di antara mereka yang memang benar ada pada diri kita? Hanya kita yang bisa menjawab.
Aduh, terus bagaimana nih cara mengatasinya?
  1. Poin pertama yang paling mendasar adalah dengan kamu membuka pikiran kamu. Membiarkan pikiranmu terbuka dan siap menerima apapun yang terbentang luas di hadapanmu. Tapi tidak semua ya, harus di saring juga untuk diambil baiknya saja.
  2. Selalu positif thinking juga akan membuatmu menjadi pribadi yang pandai bersyukur sehingga tidak mudah menyimpulkan suatu perkara hanya dari satu sudut pandang saja.
  3. Jangan suka membanding-bandingkan dirimu dengan yang lainnya. Toh apa keuntungannya buat kamu? Yang ada malah kamu yang merasa kurang karena tersugesti oleh kata-katamu sendiri.
  4. Kembangkan empati terhadap orang lain juga akan mengasah sifat peduli terhadap sesama dan akan sesuai dengan kodrat kita yang mana sebagai makhluk sosial. 
Terakhir, jangan lupa tersenyum:)
Kamu mungkin tidak tahu seberapa besar pengaruh senyumanmu untuk orang-orang tertentu yang secara tak langsung suka menikmati senyummu. Maka jadilah orang yang bermanfaat dimulai dengan membahagiakan orang lain dengan senyuman yang kita miliki:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar